Laman

Selasa, 02 Agustus 2011

Obrolan ringan

Bagi saya tidak masalah ada syi’ah, tidak masalah ada liberal, tidak masalah juga ada sekularis karna adanya semua kelompok itu sudah menjadi sunatullah(sesuatu yg tak dapat dihindari)

Tidak masalahnya bagaimana?

Yaitu jika mereka tidak menyalahkan kelompok lain ,cukup untuk mereka saja karna pada hakikatnya mereka mempercayai kebenaran menurut mereka masing-masing.

Yang jadi masalahnya apa?

Yaitu jika mereka menyalahkan kelompok lain hingga terjadi konflik horizontal mencaci maki, menghina bahkan sampai berupa kekerasan fisik. Dan seandainya satu kelompok menganggap kelompok yang lain salah maka silahkan da’wahi mereka dengan cara-cara yang elegant. Sesungguhnya sesuatu yang terkait dengan penyebaran faham itu bukan lah suatu masalah jika tidak disikapi dengan sempit, karna toh tidak ada kewajiban bagi kita untuk menerima faham mereka tersebut.

Bagaimana jika satu kelompok melihat kelompok yg lain sesat dan tidak ingin membiarkan kelompok yg lain(sesat) itu berkembang?

Ya silahkan da’wahi mereka dengan cara yg elegant. Bagi saya kebenaran yg mutlaq itu hanyalah milik tuhan, karna akal itu masih dalam proses pencarian kebenaran, makanya sejak kecil anak harus sudah diberi pendidikan yang memadai sehingga dewasa dia bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah.

Lalu bagaimana jika si anak tersebut berlabuh di kelompok yang menurut kita salah ?,jawabanya pasti antara dua: 1.dia yg benar dan kita yang salah atau 2. Kita yang benar dan dia yang salah. Dan tidak mungkin kedua-duanya benar.

Kalau begitu jadi intinya adalah menurut kebenaran masing-masing(subjektivisme) ?

Iya, bagi Yang telah mendapatkan kebenaran itu.

Lah yang jadi masalahnya adalah setiap orang mengku dirinya benar,trus gimana??

Yang jelas logikanya begini: “ mustahil semua orang benar, karna kalau semuanya benar maka tidak ada yang salah “.

Jadi standar kebenaran itu dari siapa?

Dari tuhan,Sedangkan tuhan tidak ada ngasih tahu siapa yang benar?

Jadi kalau begitu al qur’an itu tidak benar ?

Al-quran itu sudah pasti kebenarannya,tidak ada keraguan lagi karna jelas-jelas itu kalam tuhan.

Truss yg lain salah dong? Seperti halnya pemikiran manusia..

Tidak salah juga karna berfikir adalah bagian dari pengamalan al-qur’an,terbukti berapa banyaknya ayat dalam al qur’an yang mengajak manusia untuk berfikir seperti: afala ta’qilun, afala tatafakkaruun.

Kalau begitu apa gunanya kalam tuhan kalau berfikir manusia sudah benar?

Al quran gunanya untuk meluruskan manusia yang salah,dengan artian mengingatkan manusia dari kelalaian karna manusia sering melalaikan fikirannya.

Jadi intinya adalah;

1.kebenaran adalah rahasia tuhan

2.berfikir adalah proses menuju kebenaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar