Untuk mencapai pemecahan suatu masalah sering orang terjebak dalam proses berfikir itu sendiri sehingga berlarut larut bahkan menambah beban fikiran sehingga bukannya menyelesaikan permasalan malahan menambah permasalah baru dengan mendatangkan sesuatu yang pada hakikatnya mempunyai kesamaan tipe masalah dengan permasalahan lama sehingga terkadang menguras banyak tenaga dan juga menghabiskan banyak waktu.ini terjadi disaat anda tidak mendapatkan solving problem yang, sehingga otak anda buntu dan terkadang sering kalap dan melakukan hal hal yang nyeleneh.
Bagi seseorang yang selalu mengevaluasi diri setelah melakukan kegiatan terkadang terbesit juga di benak untuk apa seluruh kegiatan yang telah kita lakukan ini ?apakah seluruh yang telah kita perbuat merupakan pekerjaan yang bersih,jauh dari sesuatu yang ditempeli dosa?apakah pekerjaan tersebut tidak disertai dosa karna melanggar hak orang lain atau pun menyakiti perasaan orang lain ?apakah semua yang telah kita kerjakan tersebut tidak ada kecacatan jika dipandang dari tuntunan agama?yah..bagi yang sering merenung akan pendeknya umur di atas dunia ini tentunya itu semua pernah atau bahkan sering menjadi buah fikir oleh kita dan tak jarang juga dari fikiran tersebut membuat kita kurang yakin dengan amalan yang telah kita perbuat,apakah pekerjaan atau amalan kita selama ini telah berada di zona aman sehingga nantinya terhindar dari azab neraka…?? tentunya ini sering berputar putar dalam kepala kita.
Memang sesungguhnya yang menjadikan kita nantinya di surga atau di neraka bukanlah amalan kita akan tetapi rahmat allah,dan yang menjadikan kita di neraka kelak adalah amalan atau perbuatan kita, ini adalah aqidah shahiah yang sudah di bahas oleh para ulama dengan berbagai dalil dalil nya, namun walaupun begitu bagi seorang yang berada dalam pencarian makna hidup ini adalah hal wajar.
Sehingga Dengan kegusaran dan pertanyaan yang menyempat di kepala kita tersebut membuat kita mencari metode tepat agar nantinya kita tidak menjadi orang orang yang merugi,apakah kerugian jangka panjang yaitunya di tempatkan di tempat yang jelek(siksa neraka) ataupun siksa jangka pendek yaitunya tidak ada persiapan menjelang mati dan penyesalan mendalam pada usia senja karna telah menghabiskan umur dalam hal hal yang tidak mendukung untuk kebahagian abadi(akhirat). Berikut ada beberapa tips yang akan memudahkan kita dalam mengevaluasi diri;
Buat buku evaluasi harian
metode yang bisa anda lakukan pun bermacam macam ,diantaranya dengan membuat evaluasi kegiatan harian,jadi seluruh kegitan yang anda kerjakan dari bangun tidur sampai mau tidur nya lagi anda ingat ingat lagi,anda tulis satu persatu interaksi anda dengan orang lain ataupun interaksi anda dengan allah(ibadah) yang menurut anda janggal atau salah, catatlah setiap kegiatan tersebut dan berilah keterangan letak cacatnya dan juga beri keterangan bagaimanakah idealnya sebagai tindak lanjut agar anda tidak mengulangi lagi hal seperti itu,karna mungkin saja kegiatan tersebut adalah kegiatan rutin setiap hari dan jika tidak diperbaiki maka tentunya anda akan melakukan kecacatan terus menerus dan tentu dosanya pun menumpuk. Contoh:
| kegiatan | Kesalahan | idealnya |
| sarapan pagi | -menghardik pembantu | +cukup dengan nasehat |
| ngobrol sama teman | -menceritakan aib teman yg lain | +cukup cerita urusan kantor saja |
Barometer nya pun adalah hati kecil anda. Yang bisa menilai sesuatu tersebut jelek atau buruk , pantas atau tidak pantas, cacat atau sempurna , berdosa atau tidak. Jika hal yang telah anda lakukan tersebut menjadikan anda selalu gusar dan tidak nyaman berarti anda telah mengkhianati hati kecil anda tersebut, tempat dimana satu malaikat rahmat selalu membisikkan kebaikkan kepada anda.
Nah,jika anda masih memiliki keraguan tentang penilaian terhadap hal yang telah anda lakukan tersebut, maka anda perlu minta pendapat orang lain. Cukup dengan meminta pandangan pihak ketiga yaitunya orang yang diluar interaksi anda akan tetapi mengetahui jalan interaksi yang anda alami, yaitunya orang orang dekat anda, jika anda pengusaha cobalah Tanya karyawan anda, jika anda organisasatoris tanyalah bawahan anda dan jika anda seorang suami maka tanyalah istri anda, siapa pun anda bisa bertanya pada orang-orang terdekat anda, minta lah supaya mereka member I jawaban dengan objektif ,jika anda menganggap mereka tidak akan jujur menjawabnya barangkali segan karna anda adalah atasan mereka atau anda akan marah, maka bilang lah terlebih dahulu “saya tidak akan marah, dengan apapun pandanngan kamu terhadap saya,tapi jawablah dengan jujur..”dan jika anda masih tidak puas dengan penilaian mereka , maka minta lah pendapat orang lain dengan menceritakan hal yang sebenarnya, semakin banyak orang yang anda mintai pendapat maka akan semakin tinggi tingkat ke objektifitasan yang anda dapati. Sehingga akan tersingkap apakah interaksi yang telah anda lakukan tersebut memang sudah benar atau masih banyak keegoisan pada diri anda.
Tingkatkan intensitas mengingat allah
Disaat lagi ingat tuhan maka sudah tentu perbuatan kita terkontrol , pertanyaan nya adalah seberapa seringkah kita mengingat tuhan? jawabannya pasti beda beda namun kebanyakan orang menjawab itu jarang. Paling hanya dalam shalat, itu juga kalau shalatnya khusu’ kalau ga’ ya jaranglah ingat tuhan.Ppembunuhan terjadi karna si pelaku pada saat itu tidak mengingat allah, perzinaan terjadi karna si pezina sedang tidak mengingat allah .Semua dosa terjadi karna si pelakunya sedang melupakan allah, jadi jelaslah akan betapa besarnya esensi dari sebuah mengingat allah(zikir).
Kebanyakan orang utk mengerjakan dosa besar akan ingat tuhan karna lebih mudah diingat namun untuk dosa dosa kecil kita sering tidak ingat karna sudah menjadi kebiasaan, bukankah dosa dosa kecil kalau terus menerus nantinya bisa menjadi besar??
Rasulullah merupakan tempat bercontoh bagi kita, ada beberapa riwayat yang menjelaskan berapa kali banyak nya beliau sehari mengingat allah(zikir) diantaranya 70 kali istighfar. Para ulama terdahulu menggunakan tasbih sebagai sarana untuk mengingat tuhan selama tasbih masih di pegang maka selama itu akan memukuskan fikiran untuk selalu mengingat tuhan, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh sahabat, diantara nya abu hurairah dia mengikat buah kurma dan menjadikannya sebagai sarana untuk mengingat allah, seperti halnya tasbih sekarang dan hal itupun diketahui oleh baginda rasul.
Bagi anda yang pernah tinggal di Negara timur tengah sering di dapati orang tua atau pun anak muda, guru , pegawai kantor atau polisi pun memegang tasbih, tasbih di pegang tangan kiri dan barang lain di pegang tangan kanan spt hp, tas atau buku. Ini sudah menjadi pemandangan umum yang dapat di jumpai di tempat tempat umum spt kampus, pasar, di atas bus, mesjid ataupun jalan jalan. Namun hal ini di Indonesia masih belum menjadi kebiasaan orang sering menganggap yang sering bawa -bawa tasbih dibilang sok suci atau lain sebagai nya lah, tentunya ini terjadi disebabkan oleh kejauhan masyarakat sendiri dari nuansa agamis.
Bagi anda yang bisa menahan perasaan atau bersabar ketika ada orang yang menganggap anda sok suci atau lain sebagainya maka sangat dianjurkan untuk memakai tasbih karna dapat di bawa kemana-mana asalkan jangan ke wc dan juga dapat meninggkatkan kedekatan masyarakat dengan nuansa religious.
Namun bagi yang tidak bisa bersabar maka ada cara lain yaitunya dengan membuat hitungan mundur jatah jidup anda di dunia.
Jika sekarang umur anda 21 th 40 hari berarti anda telah melalui hari sebanyak (21x365=7665+{40) atau 7705 hari, maka buat sajalah standar umur kita yaitunya standar umur nabi yaitu 63 th (mudah-mudahan…amiiin), berarti 63 th kurangi 21 th 40 hari= 15290.
Jadi kira kira umur kita diatas dunia ini tersisa 15290 hari lagi, maka tulislah urutan mundur dari 15290 sampai 0 dan tempelkan lah di dinding kamar anda, cabutlah setiap hari nkomkor jatah hidup yang telah dilalui. Sehingga anda akan selalu ingat betapa pendeknya lagi jatah hidup di atas dunia ini. Implikasinya anda otomatis akan takut menyia nyiakan hari-hari yang dilalui sehingga anda memberikan yang terbaik dalam aktifitas anda untuk persiapan menuju akhirat yang kekal. Seandainya itu kurang membuat anda takut akan maka anda bisa mengalikan hari tersebut dengan berapa jam lagi jatah hidup anda yaitunya 366960 jam lagi ,dan bagusnya anda beli sebuah stopwatch besar dan buat pengaturan hitung mundur mulai dari 366960, itu hitungan jam nya kalau menit atau detik nya silahkan dikalikan !!
Tentunya kita bukan bermaksud untuk menebak nebak berapa jatah hidup seorang di atas dunia ini akan tetapi sebagai patokan agar kita selalu sadar batapa singkatnya hidup di dunia ini, semakin sedikit angka tersebut maka semakin tipislah harapan menjalani sisa hidup, itu dalam patokan yang kita buat . Untuk umur sebenarnya hanya ALLAH lah yang maha mengetahui, tidak ada yang dapat mengetahui kapan nyawa kita akan di cabut apakah beberapa puluh tahun lagi, beberapa hari, atau beberapa jam lagi atau bahkan hitungan berapa detik lagi !
Sebenarnya kalau kita menjalani aturan agama kita apa adanya, baik itu dalam hal ibadah kepada allah, berinteraksi dengan manusia lainnya(bermuamalah)dalam hal bekerja, berprofesi, berakhlak spt bisnis, dagang, bertani , tata karma pergaulan ataupun lainya semua itu tentu sudah ada batasan -batasan dan norma-norma yang tinggal kita jalani saja apa adanya.
Dan ketika kita menjalankan hal hal tersebut tanpa ada beban, sadar diri untuk apa tercipta ke dunia maka niscaya apa pun metode metode yang kita perbuat pasti akan mendatangkan kebahagian dunia dan akhirat yang kita inginkan, seperti di saat masuk waktu shalat maka kita berhenti kerja lalu ambil wudhu’ dan tunaikan shalat, selesai ibadah maka lanjutkan lagi kegiatan kita ,ketika mendapatkan rezki setiap tahun jangan lupa keluarkan zakatnya,simpelka ?? ya, simple bagi kita yang tidak menjadikannya beban, jadikan lah itu sebagai hal yang wajar untuk pencptaan kita di dunia ini dengan waktu yang pendek sekali….